Senin, 14 Mei 2012

Kenalilah Lebih Dalam Tentang Steroid

Anabolik steroid yang sering disingkat dengan steroid saja, adalah bahan sintetik dari hormon testosteron. Biasanya dipakai oleh dokter sebagai terapi pengganti pada penyakit penyakit tertentu dimana produksi testosteron didalam tubuh kurang atau terjadi ketidakseimbangan hormonal pada tubuh manusia.

Saat ini banyak disalah gunakan oleh sebagian masyarakat baik olahragawan maupun bukan olahragawan. Atlet sering menggunakan steroid untuk menambah kekuatannya dengan bertambahnya masa otot, juga untuk mencegah overtraining atau dapat mempercepat masa pemulihan (recovery), sehingga mereka bisa berlatih lebih berat dan lebih lama.


Harus diingat bahwa menggunakan steroid untuk memperbesar masa otot adalah berbahaya dan ilegal karena
dianggap sebagai dopping.
Beberapa steroid bersifat anabolik, antara lain testosteron, metandienon, nandrolon dekanoat, 4-androstena-3 17-dion. Steroid anabolik dapat mengakibatkan sejumlah efek samping yang berbahaya, seperti menurunkan rasio lipoprotein densitas tinggi, yang berguna bagi jantung, menurunkan rasio lipoprotein densitas rendah, stimulasi tumor prostat, kelainan koagulasi dan gangguan hati, kebotakan, menebalnya rambut, tumbuhnya jerawat dan timbulnya payudara pada pria. Secara fisiologi, steroid anabolik dapat membuat seseorang menjadi agresif .
Belum lama ini, seorang dokter dari Universitas Columbia, Leal Herlitz dan rekan sejawatnya telah melakukan penelitian pertama terhadap kelainan yang terjadi pada ginjal setelah penggunaan steroid anabolik dalam waktu lama. Mereka melakukan penelitian terhadap 10 atlet binaragawan yang telah menggunakan steroid selama beberapa tahun dan didapatkan adanya kebocoran protein pada urinnya dan penurunan fungsi ginjal yang berat.
Hasil tes menunjukkan bahwa 9 dari 10 binaragawan tersebut mengalami suatu kondisi yang disebut sebagai glomerulosklerosis fokal segmental, atau terbentuknya jaringan parut di dalam ginjal. Penyakit ini biasanya terjadi jika ginjal bekerja terlalu keras. Kerusakan ginjal yang dialami oleh para binaragawan tersebut serupa dengan yang dialami oleh pasien dengan masalah kegemukan serius, bahkan cenderung lebih parah.
Kondisi ginjal mengalami perbaikan setelah para binaragawan tersebut berhenti menggunakan steroid, kecuali salah satu di antara mereka mengalami perburukan fungsi ginjal dan akhirnya berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir yang memerlukan terapi dialisis.
Para peneliti juga menyatakan bahwa peningkatan massa otot yang ekstrim menyebabkan ginjal harus meningkatkan laju filtrasinya sedemikian rupa sehingga akhirnya membahayakan kondisi organ tersebut. Selain itu dipikirkan juga kemungkinan efek toksik langsung steroid pada ginjal.
Adapun efek yang terjadi pada pria dan wanita pengguna steroid:
Efek pada laki-laki
1. Tubuh mulai memproduksi lebih sedikit testosteron yang dapat mengakibatkan testis mulai menyusut.
2. Cenderung bisa kehilangan rambut yang ada di tubuh atau di kepala.
3. Mengurangi jumlah sperma.
4. Impotensi
5. Meningkatnya ukuran payudara dan puting.
6. Membesarnya prostat.
 
Efek pada perempuan
1. Mengurangi ukuran payudara.
2. Klitoris akan semakin membesar.
3. Meningkatkan jumlah rambut di wajah dan tubuh.
4. Suara akan semakin berat.
5. Adanya gangguan pada periode menstruasi.


Tips Dari Saya : Lebih baik tidak menggunakan steroid suntik maupun pil, lebih baik memakai suplemen suplemen seperti Weight Gainer, Amino Acid, Protein dsb. Bertujuan untuk menghindari efek negatifnya. 

Sumber : 
http://www.didiksugiarto.com
http://www.sciencedaily.com
http://www.sahabatginjal.com
http://dokterpraktisifitnes.blogspot.com
http://arihputra.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar